Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Internasional arrow Australia arrow Berburu Emas di Ballarat
Berburu Emas di Ballarat PDF Cetak E-mail
(2 votes)
BallaratKota emas. Itulah sebutan untuk Ballarat, kota yang terletak di sebelah barat Melbourne, ibu kota Negara Bagian Victoria, Australia. Kandungan emas di Ballarat menjadikan kota itu sebagai salah satu pemasok emas terbesar di Australia meskipun negara ini perekonomiannya lebih bertopang pada sektor jasa.

Sebelum emas ditemukan pada tahun 1851, Ballarat adalah daerah tempat tinggal 25 suku Aborigin, penduduk asli Benua Australia. Bagi orang Aborigin, Ballarat dianggap sebagai tempat beristirahat.

Ballarat diserbu pendatang setelah emas ditemukan. Mereka berdatangan dari berbagai negara lalu menetap di Ballarat. Dalam kurun satu tahun, Ballarat berubah menjadi kota yang ramai pada zamannya.

Adalah Museum Sovereign Hill yang ”menghidupkan” kejayaan Ballarat. Di atas lahan seluas 25 hektar, pihak museum membangun replika kota Ballarat pada zaman perburuan emas. Museum ini sudah beroperasi sejak 38 tahun lalu.

Dunia lain


BallaratSaya punya kesempatan berkunjung ke Ballarat di sela-sela mengikuti kegiatan promosi pariwisata Indonesia di Melbourne, awal Agustus lalu. Dari buku informasi disebutkan, hanya butuh waktu sekitar 75 menit berkendaraan dari Melbourne menuju Ballarat.

Jarak Melbourne ke Ballarat hanya sekitar 112 kilometer. Selain dengan mobil atau bus, perjalanan ke Ballarat juga bisa ditempuh sekitar satu jam dengan kereta api dari Melbourne’s Southern Cross Station.

Sampai di Ballarat, ada waktu berkeliling kota sebentar. Di sepanjang kota, gedung tua bergaya arsitektur Victoria berdiri dengan indahnya. Danau Wendouree yang dulu menjadi tempat berkemah suku Aborigin juga masih utuh dan terpelihara baik.

Selesai berkeliling kota, perjalanan dilanjutkan ke museum terbuka Sovereign Hill. Begitu memasuki areal museum, rasanya seperti memasuki perjalanan waktu dan kembali ke masa 158 tahun silam.

Sebuah replika kota dengan suasana mirip di film-film koboi terlihat di depan mata. Di situ tampak deretan bangunan yang semuanya terbuat dari kayu. Tulisan besar berhuruf kapital di depan bangunan menjadi penanda fungsi bisnis bangunan tersebut.

Di depan bangunan yang berderet, jalan tanah membelah kota. Beberapa kereta kuda lalu-lalang di sepanjang jalan mengangkut penumpang yang tidak lain adalah pengunjung museum.

Di sebuah pondok kecil di sudut jalan, tiga pria tua asyik bermain akordeon, gitar banjo, dan biola. Mereka memainkan lagu berirama country.

Suasana kota semakin hidup dengan lalu-lalang ”warga” yang sedang sibuk berkegiatan. Di tengah kota, seorang perempuan bergegas menuju ke toko roti sambil menenteng keranjang. Sementara di bagian lain, seorang pria sibuk memasukkan kayu bakar untuk tungku pemanas kota.

”Warga” kota ini tidak lain adalah pekerja museum yang berperan sebagai penghuni kota. Jumlah semuanya ada 350 orang.

BallaratPara perempuannya mengenakan rok panjang lebar dengan mantel atau selendang menyelimuti pundak. Sementara kaum prianya mengenakan celana kanvas, bersepatu bot, dan bertopi lebar.

Sebagian dari pekerja museum itu adalah sukarelawan. Elizabeth (65) yang ditemui saat duduk di depan apotek sambil memegang botol wiski bercerita, ia sudah lebih dari 13 tahun menjadi pekerja sukarela.

Replika kota

Ballarat masa lalu terbagi menjadi tiga kawasan, yaitu untuk bisnis, permukiman, dan pertambangan. Di kawasan bisnis, berderet bangunan yang dulunya melayani sektor barang dan jasa, seperti toko roti, konfeksi, bank, toko emas, kantor pos, hotel, restoran, dan toko timah.

Bangunan itu tidak kosong. Selain menampilkan diorama fungsi dari bangunan tadi, sebagian besar bangunan juga benar-benar difungsikan sesuai dengan peruntukannya.

Toko Hope Bakery, misalnya, benar-benar menjual kue pie yang resepnya konon merupakan warisan nenek moyang warga Ballarat. Pengunjung yang lapar bisa makan pie yang konon terenak di Ballarat.

Pengunjung juga bisa melihat cara memproduksi lilin di Hewett’s Soap and Candle Works. Hewett pada zamannya adalah pemilik industri lilin.

Pada masa itu lilin merupakan industri yang sangat penting di Ballarat. Di pabrik Hewett, lilin diproduksi secara massal untuk keperluan penerangan di pabrik, bengkel, toko, dan kedai minum. Lilin juga digunakan penambang untuk masuk ke terowongan galian emas.

BallaratDari kawasan kota, penjelajahan selanjutnya adalah ke Red Hill Gully Creek dan Red Hill Minning. Dua tempat ini menggambarkan suasana pencarian emas di Ballarat. Di Red Gully Creek pengunjung tampak antusias mendulang emas. Pihak museum mengklaim sungai di situ mengandung emas betulan.

Pada awalnya, emas di Ballarat diperoleh dengan cara mendulang endapan aluvial di sungai. Setelah emas di permukaan tanah habis, pencari emas menggali terowongan untuk mengambil emas di perut bumi.

Perjalanan menjelajahi museum pun dilanjutkan ke dalam perut bumi. Ditemani seorang pemandu yang cantik, pengunjung bisa menyusuri terowongan sedalam 200 meter di dalam perut bumi.

Menurut pemandu, terowongan itu adalah jalur yang dibuat penambang untuk mencari emas. Hanya ada cahaya lilin yang menerangi terowongan yang bercabang-cabang tadi.

Pemandu bercerita, ia dan keluarganya pindah ke Ballarat untuk mengubah nasib. Ia lalu menunjukkan terowongan sempit yang dibuat ayah dan kakaknya. ”Kakak saya meninggal terjepit di sini. Tiang penyangganya patah,” kata si pemandu. Rupanya ini hanya cerita dari tokoh yang diperankan pemandu tadi. Begitulah cara sejarah dituturkan di Ballarat.

Penulis : Lusiana Indriasari
Sumber : KOMPAS kompas.co.id
Foto : flickr, wikimedia, flickr, australiafound

Peta Lokasi :


Salam hangat dari Liburan.Info...

Teman-teman pembaca Liburan.Info di Indonesia dan Seluruh dunia, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan di sekitar anda dan perjalanan-perjalanan anda atau artikel-artikel yang terkait dengan pariwisata di Indonesia dan dunia bahkan tempat-tempat makan yang enak-enak dimanapun anda berada. Kirimkan artikel dan foto anda langsung melalui email:

Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya atau Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

atau login di liburan.info dan klik menu submit news.

Salam Liburan Indonesia...

Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Berikutnya >

Guide Anda di Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Iklan di Liburan


Indonesia Joomla Topsites

Indonesia Joomla Topsites

Page Rank Check

 

Ads @ Liburan

liburan ke turki murah

liburan pulau macan pulau seribu

Pesan Disini !!!

Advertisement @ Liburan

paket liburan natal dan tahun baru 2011

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 2 tamu online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Rekan Liburan.Info

Indonesia Corporate Travel Agent
Indonesia Security Device Provider
The Green Village

Alexa Traffic Stats