Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Indonesia arrow Sulawesi arrow Daya Magis Watu Pinawetengan
Daya Magis Watu Pinawetengan PDF Cetak E-mail
(0 votes)
Sekitar satu jam perjalanan menggunakan mobil telah ditempuh dari kota Manado. Sepanjang jalan, dari Kawangkoan terlihat hamparan sawah apalagi saat memasuki Desa Pinabetengan, Kecamatan Tompaso di lereng Gunung Soputan, Kabupaten Minahasa itu. Rumah panggung khas Minahasa milik penduduk sekitar tertata rapi di kanan kiri jalan desa yang hanya cukup untuk berpapasan dua mobil.

Jalan menuju obyek wisata Watu Pinawetengan memang beraspal tetapi banyak sekali lubang dan di beberapa ruas jalan banyak kerusakan. Jangan heran pula bila di jalan sempit beraspal itu akan berpapasan dengan gerobak sapi yang mengangkut rumput atau dengan segerombolan kuda yang pulang merumput. Selain itu, penduduk sekitar desa pun cukup ramah untuk ditanyai jalan, karena setelah papan penunjuk jalan di dekat Kawangkoan, tak ada petunjuk lain.

Setelah melewati hamparan sawah dan ladang, akhirnya terlihat juga bangunan seperti rumah dengan atap putih dan lambang burung hantu berwarna kuning. Tiang berwarna merah berjumlah sembilan dan di bawahnya terdapat batu dengan panjang 4 meter dan tinggi 2 meter.

Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, bentuk batu ini seperti orang bersujud kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, bentuk batu ini juga seperti peta pulau Minahasa. Batu ini menurut para arkeolog, dipakai oleh nenek moyang orang Minahasa untuk berunding. Maka tak heran, namanya menjadi Watu Pinawetengan yang artinya Batu Tempat Pembagian.

Di tempat inilah, sekitar 1000 SM terjadi pembagian sembilan sub etnis Minahasa yang meliputi suku Tontembuan, Tombulu, Tonsea, Tolowur, Tonsawang, Pasan, Ponosakan, Bantik dan Siao. Selain membagi wilayah, para tetua suku-suku tersebut juga menjadikan tempat ini untuk berunding mengenai semua masalah yang dihadapi.

Goresan-goresan di batu tersebut membentuk berbagai motif dan dipercayai sebagai hasil perundingan suku-suku itu. Motifnya ada yang berbentuk gambar manusia, gambar seperti alat kemaluan laki-laki dan perempuan, motif daun dan kumpulan garis yang tak beraturan tanpa makna.

Bongkahan batu besar alamiah ini ternyata juga menyimpan sisi magis religius. Tak jarang banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang untuk berziarah mengajukan permohonan melalui ritual-ritual tertentu yang dipercaya.

Menurut juru kunci Watu Pinawetengan, Ari (48), banyak turis mancanegara yang berziarah di tempat ini, biasanya dari Belanda, Jerman, Australia dan Inggris. "Mereka yang kemari biasanya punya permohonan masing-masing dan batu ini dipakai sebagai sarana untuk mendekat pada Sang Pencipta," ujar Ari.

Diakuinya, seperti kisah salah satu turis dari Belanda, Jacob Rygeesberg, yang menderita lumpuh dan dibawa ke tempat ini dengan tongkat. Lalu dia bertekad setelah melihat batu ini, maka ia akan berjalan. "Memang saat itu, perlahan dia melempar tongkatnya dan berjalan tertatih hingga akhirnya benar-benar berjalan normal," kata pria yang tinggal di samping bangunan Watu Pinawetengan itu.

Beberapa kejadian aneh, menurutnya, juga sering terjadi di tempat ini seperti orang terlempar keluar area, mobil berjalan sendiri, ada yang memukul dari belakang. "Biasanya kalau kejadian seperti itu karena yang berkunjung sudah memiliki niat tidak baik," jelasnya.

Para wisatawan asing yang ingin berziarah dan melakukan ritual tertentu biasanya didampingi oleh guru spiritual mereka. Dalam bahasa masyarakat sekitar lokasi tersebut, pendamping ritual itu biasa disebut tonhas atau "orang pinter". Tetapi bagi wisatawan lokal biasanya membawa tonhas dari tetua adat penduduk sekitar.

Juru kunci obyek wisata tersebut memang mengakui banyak wisatawan asing yang berkunjung ke tempat itu hingga bermalam. Ada bekas hio atau pembakaran kemenyan di sekitar batu megalit itu. "Memang tak ada batasan mau berkunjung hingga jam berapa, yang penting mengikuti aturan di sini, seperti melepas alas kaki untuk masuk ke area dan tak punya niat yang jahat," ujar pria yang sehari-hari bekerja di ladang ini.

Bahkan beberapa orang yang rutin mengunjungi Watu Pinawetengan, ada ritual khusus yang diadakan tiap 3 Januari untuk melakukan ziarah. Sementara itu, karena nilai sejarah dan budaya yang kental, tiap 7 Juli dijadikan tempat pertunjukan seni dan budaya yang mulai terkikis di Minahasa.

Batu ini bisa dikatakan tonggak berdirinya subetnis yang ada di Minahasa dan menurut kepercayaan penduduk berada di tengah-tengah pulau Minahasa. "Nilai sejarah, budaya dan religiusnya sangat kental, maka cagar budaya ini harus tetap dirawat dan itu tugas kita bersama," jelas Ari.

Penulis : Maya Saputri
Sumber : KOMPAS
Foto : KOMPAS , photojournal

Peta Lokasi :


Salam hangat dari Liburan.Info...

Teman-teman pembaca Liburan.Info di Indonesia dan Seluruh dunia, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan di sekitar anda dan perjalanan-perjalanan anda atau artikel-artikel yang terkait dengan pariwisata di Indonesia dan dunia bahkan tempat-tempat makan yang enak-enak dimanapun anda berada. Kirimkan artikel dan foto anda langsung melalui email:

Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya atau Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

atau login di liburan.info dan klik menu submit news.

Salam Liburan Indonesia...

Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Berikutnya >

Guide Anda di Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Iklan di Liburan


Indonesia Joomla Topsites

Indonesia Joomla Topsites

Page Rank Check

 

Ads @ Liburan

liburan ke turki murah

liburan pulau macan pulau seribu

Pesan Disini !!!

Advertisement @ Liburan

paket liburan natal dan tahun baru 2011

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 2 tamu online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Rekan Liburan.Info

Indonesia Corporate Travel Agent
Indonesia Security Device Provider
The Green Village

Alexa Traffic Stats