Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Internasional arrow Asia arrow Berpacu Perahu di Delta Naga
Berpacu Perahu di Delta Naga PDF Cetak E-mail
(0 votes)
Berpacu Perahu di Delta NagaTak heran jika orang Vietnam cukup berani dan terampil berperahu, bahkan dengan perahu kecil seperti para pengungsi yang disebut Manusia Perahu. Sebab, sebagian rakyat negeri ini memang tak lepas dari perahu.Salah satu contohnya adalah masyarakat Delta Naga. Sebuah delta di Sungai Mekong ini memang cukup unik. Semua penduduk pasti memiliki perahu yang menjadi bagian penting kehidupan mereka.

Sungai Mekong memang sangat besar yang lebarnya bisa mencapai 3 kilometer lebih. Di salah satu wilayahnya, terdapat empat delta besar: Delta Con Long (Naga), Con Lan (Unicons), Con Qui (kura-kura), dan Con Phang (phoenix).

Keempat delta itu memiliki penduduk. Delta Naga paling besar di antara empat delta tersebut. Delta Naga yang luasnya 11 kilometer persegi, masih memiliki sungai yang membelah permukaannya.

Sungai yang lebarnya sekitara tiga sampai lima meter itu menjadi jalur transportasi terpenting buat penduduknya. Mereka berbelanja, mengantar sekolah, dan bekerja memakai perahu. Berada di sana tak pernah menemukan kendaraan apa pun, kecuali perahu. Tak ditemukan sepeda motor apalagi mobil, karena memang jalan-jalan yang ada tidak lebar.

Berpacu Perahu di Delta NagaSejak membanjirnya wisatawan ke Vietnam pada 1990-an, masyarakat Delta Naga merasa mendapatkan tambahan rezeki baru. Mereka memanfaatkan lalu-lintas perahu sebagai salah satu objek wisata. Perahu pun bisa disewakan dan mendatangkan uang.

Biasanya, wisatawan turun ke delta itu di sisi lain di antara perahu besar. Mereka kemudian berjalan menyusuri jalan setapak, istirahat sejenak di warung-warung, baru ke wilayah tengah delta. Di sana, ada semacam terminal perahu. Wisatawan bisa naik, kemudian menuju ke muara untuk bertemu perahu lebih besar yang sbelumnya mengantar mereka.

Di sinilah sensasi dan daya tariknya. Sebab, sungai kecil itu sangat padat lalu-lintas perahu. Naik perahu di sungai itu, seperti diajak berpacu dengan perahu lain. Tak bisa berhenti, karena bisa memacetkan lalu-lintas.

Hanya dengan 20 ribu dong (mata uang Vietnam) atau sekitar 1 dollar, kita bisa naik perahu menuju ke muara atau perahu besar. Sang pendayung akan mempertontonkan keterampilan mereka mendayung, berbelok ke kanan atau kiri.

Berpacu Perahu di Delta NagaKeterampilan mereka sungguh mengagumkan. Sebab, dari arah berlawanan juga banyak perahu yang melaju. Sehingga, jika tak pintar, perahu bisa bertabrakan. Perahu-perahu itu besarnya  120 cm kali 3 meter.

Namun, meski penuh sesak dengan perahu, jarang ada tabrakan. Paling gesekan kecil. Padahal, laju perahu cukup cepat dan berkelok-kelok. Ini yang menimbulkan sensasi, sekaligus menaikkan andrenalin.

Satu catatan, sebagian besar pendayung perahu adalah wanita, terutama ibu-ibu. Sebab, ada anggapan di sana, kalau lelaki mendayung perahu di sungai itu kesannya banci. Sebab, lelaki tugasnya bekerja, bertani atau berdagang. Kalaupun berperahu, sekalian di Sungai Mekong yang teramat besar. Meski begitu, ada pula beberapa lelaki yang ikut mendayung perahu di sungai itu.

"Ini sudah menjadi kebiasaan lama. Urusan belanja dan mengantar anak ke sekolah adalah tugas wanita. Lelaki bekerja di ladang atau berdagang di kota. Mereka menggunakan perahu hanya untuk keperluan bekerja. Maka, sejak lama lebih banyak wanita yang membawa perahu melewati sungai ini," ujar salah satu penduduk di situ yang harus dimengerti bahasanya lewat penterjemah.

Berpacu Perahu di Delta NagaJarak terminal perahu dengan muara sekitar 500 meter sampai satu kilometer. Meski tak terlalu jauh, berpacu dengan perahu di sungai itu amat menyenangkan, terkadang menegangkan. Sebab, perahu yang datang dari arah berlawanan sering banyak dan seolah akan menyerbu dan menabrak. Tapi, para pendayung sangat ahli mengendalikan perahunya, jadi jarang tabrakan.

Sepanjang perjalanan, kita juga bisa menyaksikan pemandangan di kanan-kiri yang cukup asri. Sebab, kebanyakan masih natural, belum banyak tersentuh modernitas. Semak-semak, pohon-pohon kelapa, akar pohon yang terlihat, juga kehidupan penduduk yang sederhana.

Penulis : Hery Prasetyo
Sumber : KOMPAS

Peta Lokasi :


Salam hangat dari Liburan.Info...

Teman-teman pembaca Liburan.Info di Indonesia dan Seluruh dunia, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan di sekitar anda dan perjalanan-perjalanan anda atau artikel-artikel yang terkait dengan pariwisata di Indonesia dan dunia bahkan tempat-tempat makan yang enak-enak dimanapun anda berada. Kirimkan artikel dan foto anda langsung melalui email:

Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya atau Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

atau login di liburan.info dan klik menu submit news.

Salam Liburan Indonesia...

Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Guide Anda di Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Iklan di Liburan


Indonesia Joomla Topsites

Indonesia Joomla Topsites

Page Rank Check

 

Ads @ Liburan

liburan ke turki murah

liburan pulau macan pulau seribu

Pesan Disini !!!

Advertisement @ Liburan

paket liburan natal dan tahun baru 2011

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 2 tamu online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Rekan Liburan.Info

Indonesia Corporate Travel Agent
Indonesia Security Device Provider
The Green Village

Alexa Traffic Stats