Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Indonesia arrow Jawa - Bali arrow Ngalap Berkah Para Dewa
Ngalap Berkah Para Dewa PDF Print E-mail
(0 votes)
There are no translations available

Gotong Toa Pe Khong Toa Pe Khong tahun ini menjadi pergelaran padupadan budaya suku-suku bangsa di Tanah Air. Lagu "Tak Gendong" pun menyeruak. Jarum jam menunjukkan pukul 12.00. Suasana di Jalan Kemenangan, kawasan Glodok, Jakarta Barat, sesak di penuhi warga. Diantara orang yang memenuhi sisi kiri dan kanan jalan, nampak beberapa petugas berkaos merah sibuk bahu membahu mengatur agar badan jalan bisa tetap kosong.

Keramaian kawasan tidak seperti biasanya, orang berjejal bukan sekadar datang untuk berbelanja. Mereka ada di sana ingin menyaksikan iring-iringan para pembawa miniatur dewa, sebuah tradisi masyarakat keturunan Tionghoa sebagai tanda terimakasih dan memohon keberkahan kepada para dewa. Acara ini biasa dikenal dengan Gotong Toa Pe Khong, yang biasanya dilaksanakan 10 hari setelah perayaan Cap Gomeh.

Raut wajah penasaran sempat terlihat dari beberapa penonton ketika rombongan yang di tunggu tak kunjung terlihat. Tidak lama berselang, rasa penasaran seketika berubah menjadi senyum saat meluncur dua mobil jenis jip membelah jalan. Tak lama iring-iringan pun mulai nampak.

Toa Pe KhongBarisan itu diawali dengan rombongan pasukan pengibar bendera (Paskibra) yang berseragam putih dan bertopi hitam. Dilanjutkan dengan iring-iringan kelompok drum band, kemudian disambung sekelompok gadis-gadis berpakaian tradisional Bali berjalan melenggak-lenggok. Usai rombongan berbusana Bali, secara berturut-turut barongsai dan liong silih berganti beraksi meliuk-liuk menari atraktif.

Nuansa keberagaman terasa kental mengiringi rombongan itu. Banyak pemain liong dan barongsai bukan warga keturunan Tionghoa. Masyarakat tumpah ruah dalam kemeriahan, tak ada lagi siapa pribumi asli atau keturunan, semuanya menyatu, menjadi bangsa Indonesia dalam keindahan dan paduan keragaman budaya.

Warna merah dan kuning mendominasi arakar-akan Tao Pe Khong yang ada di rombongan terakhir. Terdapat sekitar 42 patung dewa dari berbagai Vihara di Indonesia turut meramaikan acara yang berlangsung 17-18 Oktober 2009 ini.

Para penonton makin riuh menyambut. Tak kalah sibuk para fotografer mengabadikan setiap momen. Iring-iringan yang panjangnya mencapai lima kilometer ini berawal dari Jalan Kemenangan menuju Kawasan Kota Tua berputar menuju arah Mangga besar dan berputar kembali ke tempat semula.

Toa Pe KhongSetiap rombongan patung diiringi juga dengan seperangkat alat musik. Menariknya lagu yang dimainkan beragam dan bahkan ada yang memainkan lagu-lagu tradisional bahkan lagu Tak Gendong-nya mbah Surip yang beraliran Reggae pun dimainkan.

Setiap beberapa meter, patung dewa digoyang-goyangkan. Tak hanya kaum lelaki yang ambil bagian untuk menggotongnya, kaum wanita dan anak-anak pun tak mau kalah. Ketika rombongan melintas di Kawasan Kota Tua, kontan membuat pengunjung di area wisata sejarah itu berlarian. Kamera di tangan mereka pun sibuk mengabadikannya.

Tawa riang dan decak kagum penonton mengiringi liukan para barongsai dan liong. Kawasan Kota Tua semakin terasa meriah. "Saya sangat senang dan mendukung even seperti ini bisa tampil di Kota Tua. Kegiatan seperti ini tentunya juga akan diliput kalangan media. Ini sangat baik bagi Kota tua agar makin banyak orang yang tahu," kata Jacky Setiono Ketua Paguyuban Kota Tua.

Toa Pe KhongKegiatan yang melibatkan peserta mencapai 5.000 orang ini dilaksanakan sebagai peringatan ulang tahun Vihara Fat Cu Kung. Rencananya even ini akan masuk dalam agenda nasional tahunan. Selain sebagai acara tahunan, acara ini juga mengenalkan budaya Gotong Tao Pe Khong kepada masyarakat luas, utamanya generasi muda.

Kemeriahan acara ini memang bisa menjadi daya tarik bagi banyak orang. Tinggal bagaimana membuat kemasan acara ini makin menarik dan dengan dukungan promosi agar setiap masyarakat bisa mengetahui. Sebuah khasanah budaya sarat makna telah dipergelarkan.

Sumber: Majalah Travel Club
Foto : rakyat merdeka, detik, matanews

Peta Lokasi :


Salam hangat dari Liburan.Info...

Teman-teman pembaca Liburan.Info di Indonesia dan Seluruh dunia,silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan di sekitar anda dan perjalanan-perjalanan anda atau artikel-artikel yang terkait dengan pariwisata di Indonesia dan dunia bahkan tempat-tempatmakan yang enak-enak dimanapun anda berada. Kirimkan artikel dan foto anda langsung melalui email:

This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it atau This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

atau login di liburan.info dan klik menu submit news.

Salam Liburan Indonesia...

Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >

Guide Anda di Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Iklan di Liburan


Indonesia Joomla Topsites

Indonesia Joomla Topsites

Page Rank Check

 

Ads @ Liburan

Pesan Disini !!!

Advertisement @ Liburan

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

We have 28 guests and 7 members online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Komentar Terakhir

Rekan Liburan.Info

Indonesia Corporate Travel Agent
Indonesia Security Device Provider
Indonesia Best Web Hosting
Mukena Amaly
The Green Village

Alexa Traffic Stats