Kuliner
Wisata Kuliner
Tidak Cuma Angpau dan Kue Keranjang | Tidak Cuma Angpau dan Kue Keranjang |
|
|
|
|
Saya ingat betul, saat kecil, menjelang perayaan tahun baru
Amplop merah dengan huruf tinta emas yang diyakini sebagai pembawa keberuntungan tersebut pada perayaan Imlek dibagikan orang tua kepada anak-anak atau kerabat dekat. Diyakini, selain membawa keberuntungan, angpau juga dapat melindungi putra putri mereka dari gangguan kekuatan jahat atau ya sui qian. Mau tahu nggak sedikit kisah tentang roh jahat ini? Konon, ada kekuatan roh jahat bernama Sui yang selalu mendatangi warga setiap setahun sekali. Sui yang bertubuh hitam dan bertangan putih ini masuk ke rumah untuk merenggut kepala anak-anak kecil. Bila terkena tangan Sui, anak-anak akan berteriak-teriak, berkelakuan gelisah, dan bergumam sambil mengigau. Hingga pada akhirnya membuat para orang tua merasa takut dan terbawa gelisah. Salah satu cara untuk mengusir roh jahat tersebut adalah menaruh uang kepeng dalam bungkusan kertas merah sebagai tumbal. Hasilnya benar-benar terbukti, Sui tidak mengganggu anak-anak yang di bawah bantalnya disisipkan angpau. Pasalnya, saat Sui berusaha meraih dan merenggut kepala sang anak, tiba-tiba keluar kilat cahaya dari amplop merah tersebut. Roh jahat itu luar biasa ketakutan dan melarikan diri. Kini tradisi angpau yang dulu digunakan untuk mengusir gangguan tangan roh jahat, diteruskan sebagai kebiasaan memberikan hadiah berupa uang dalam amplop merah dalam perayaan Imlek.. Kue Lambang Pengharapan Selain angpau, saya dulu juga menikmati beraneka ragam kue yang tertata rapi di meja sembahyang, sembari menunggu hidangan untuk dibagikan. Hmm..pasti saya akan memakan berbagai macam penganan yang disajikan. Tidak cuma kue keranjang saja! Well, ngomong-ngomong soal sajian Imlek, ternyata, beragam makanan disajikan sebagai persembahan sekaligus melambangkan harapan. Makanan yang disediakan saat Imlek cenderung lebih manis dari biasanya. Hal ini menggambarkan harapan, supaya di tahun yang baru nanti mereka akan mendapatkan kehidupan yang lebih manis. Meski tradisi imlek di tiap suku di Di Indonesia hidangan yang tersedia biasanya dipilih yang namanya punya bunyi yang sama dengan kata keselamatan, kemakmuran, panjang umur atau kebahagiaan. Ditambah lagi dengan makanan favorit para leluhur, seperti fucai (rumput laut ) yang senada dengan bunyi fa cai yang artinya makmur. Kue keranjang adalah salah satu jenis penganan wajib pada perayaan Imlek. Biasanya kue keranjang disusun ke atas dengan kue moho atau kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Harapan yang terkandung di dalamnya adalah kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok. Makanan lainnya adalah kue lapis atau lapis legit. Konon, kue itu melambangkan rezeki yang diharapkan datang berlapis-lapis. Tapi jangan salah, ada juga jenis makanan yang pantang dihadirkan sebagai hidangan tahun baru, yakni bubur. Soalnya, bubur melambangkan kemiskinan. Wah!! Sejumlah kue yang wajib ada di meja sembahyang adalah kue keranjang (disusun 3, 4, atau 5 buah dihias dengan kertas minyak warna merah), kue ku merah, kue lapis, wajik coklat, nagasari, kue moho atau kue mangkok, kue bugis, kue lemper, madu mongso, coro bikang, ketan tetal dan bongko. Sementara manisan wajibnya adalah tangkue, angco (kurma merah, bisa diganti dengan manisan ceremai warna merah. Biasanya manisan ini disajikan dalam piring-piring kecil atau ditusuk-tusuk seperti sate dan ditata di atas meja khusus bernama cenap. Biasanya tiap tusuk mewakili satu leluhur.) Sementara, buah-buahannya adalah pisang raja atau pisang mas 1 sisir, tebu, srikaya, jeruk bali (lengkap dengan tangkai dan daunnya), belimbing, jeruk lokam, kelengkeng, nanas dan delima merah. Biasanya buah-buahan ini dihias atau dibungkus dengan kertas minyak warna merah. Hmm...masih ada lagi loh selain manisan, kue dan buah-buahan. Apalagi kalau bukan masakan. Beberapa contoh diantaranya, ca rebung iris kasar (di dalamnya kadang disertakan juhi, haisom, abalone dan taoco) ca rebung iris halus (bersama kepiting, udang, atau hisit), daging masak kecap (biasanya digunakan daging babi), sosis daging masak kecap , masakan dari kaki, masakan dari paru, masakan dari lambung, sate daging ayam (dimasak bersama taoco dan facai), opor ayam, sambal goreng (ampela, hati ayam, dan petai) dan mi goreng. Sebelum diperbolehkan menyantap, ada tradisi yang harus dilalui terlebih dahulu yakni mengundang para leluhur untuk menyantap hidangan yang tersedia di meja sembahyang. Doa pun dilakukan oleh pemilik rumah memanggil leluhur. Sesaat kemudian, dua mata uang akan dilemparkan guna mengetahui apakah para "tamu undangan" sudah datang. Dan, bila sisi mata uang yang menghadap kita sudah bersebalikan, berarti yang para leluhur sudah datang dan siap menyantap hidangan yang disediakan. Beberapa saat, seusai sembahyang, mata uang dilemparkan kembali. Kali ini untuk melihat apakah para leluhur sudah selesai makan atau belum. Lagi-lagi, bila sisi koin bersebalikan, uang dari kertas pun segera dibakar bersama kuacai (pucuk daun sawi yang direndam dalam air panas). Artinya para tamu undangan sudah pergi. Dan saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Ritual sembahyangan sudah berakhir. Artinya beragam makanan yang tersedia di meja siap disantap dan dinikmati...Wow senangnya! Penulis: Angelina Maria Donna Sumber : Kompas Peta Lokasi : Salam hangat dari Liburan.Info...Teman-teman pembaca Liburan.Info di Indonesia dan Seluruh dunia, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan di sekitar anda dan perjalanan-perjalanan anda atau artikel-artikel yang terkait dengan pariwisata di Indonesia dan dunia bahkan tempat-tempat makan yang enak-enak dimanapun anda berada. Kirimkan artikel dan foto anda langsung melalui email:Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya atau Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnyaSalam Liburan Indonesia...
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya |
|---|








Pampang, Desa Budaya...
ai eriC..
Tongkonan, Rumah Ada...
Toraja Tungkasanganna - Siulu'q sola ...
Pulau Bidadari
Ujung Genteng, Mutia...
Pengen banget ke sana kira kira ada y...
Ragam Potensi Wisata...
SaYa OraNg MeRaUkE NiCh...........
Warso Farm Berwisata...
jd pngen.. -